Jumat, 11 Desember 2015

LOVE OR HATE!


Kebencian merupakan  emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, permusuhan, atau antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang, atau fenomena. Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya.Kadangkala kebencian dideskripsikan sebagai lawan daripada cinta atau persahabatan. Menurut saya, kebencian itu merupakan suatu kepemilikan perasaan yang sangat buruk karena bertentangan dengan adanya kasih. Dengan kita memiliki kebencian yang tinggi kepada setiap orang maka akan sangat susah untuk menumbuhkan kembali adanya kasih. Dari jaman dulu hingga sekarang, tindakan yang berhubungan dengan kebencian ialah adanya peperangan antar agama.
            Apakah saat ini kita masih mengingat perang salib?  
            Ya, perang salib merupakan perang jaman dulu antara agama Yahudi dan Nasrani dengan agama Islam dalam memperebutkan kekuasaan. Perang yang menewaskan banyak orang dari ketiga agama tersebut. Ketika itu tingginya perasaan kebencian antara agama Yahudi,Nasrani dan Islam. Hingga sekarang pun masih banyak nya perang antar agama bukan hanya antara Kristen dan Islam saja tetapi semua agama masih memiliki rasa kebencian satu sama lain. Menurut saya, kebencian yang diutarakan oleh masing-masing agama itu merupakan salah satu bentuk dari keegoisan merasa memiliki agama yang paling kuat, paling baik dan paling benar. Sebenarnya semua agama itu benar dan baik, namun cara kita mengungkapkan doa kepada Tuhan saja yang berbeda. Sehingga tidak sepantasnya untuk kita saling membenci antar sesama khususnya dalam hal agama.
           
Seperti judul blog saya kali ini yaitu Love or Hate, saya ingin berbagi ketika saya bersama teman-teman saya menerapkan Love or Hate tersebut. Love or Hate yang telah saya dan teman-teman saya terapkan ialah ketika saya bersama dengan teman-teman saya mengunjungi biara suster tua yang berada dekat dengan Rs. Elisabeth. Saya dan teman-teman saya pergi mengunjungi susteran tersebut hanya membawa beberapa tangkai bunga mawar dan buah-buahan. Saya dan teman-teman saya masing-masing memiliki agama yang berbeda yaitu Islam dan Katolik, namun dengan begitu teman-teman saya yang beragama Islam tidak keberatan untuk pergi mengunjungi para suster tua tersebut. Di sana terdapat 13 suster yang telah tua dan tidak dapat lagi melakukan aktivitas sebagai seorang suster seperti biasa. Umumnya para suster yang berada dibiara tersebut berumur 50an-80an tahun. Terdapat beberapa suster yang hanya terbaring dikasur karena penyakitnya mereka sudah tidak bisa berjalan dan beberapa suster yang sudah sembuh/sakit yang dialami mereka telah sedikit berkurang namun masih dapat dirasakan.
            Walaupun sakit, para suster tetap melakukan aktivitas mereka seperti biasa seperti doa pagi lalu olahraga setelah olahraga mereka melakukan doa Rosario lalu makan snack setelah itu mereka dapat istirahat dengan tidur atau melakukan hal lain yang mereka inginkan setelah istirahat mereka makan siang lalu doa siang setelah doa siang bersama mereka diperbolehkan istirahat kembali lalu makan malam setelah makan malam mereka doa malam bersama lalu istirahat untuk tidur malam,begitulah seterusnya kegiatan yang mereka jalani setiap hari.

                Dalam melakukan hal kebaikan ini,saya dan teman-teman saya kami memberikan beberapa bunga mawar dan beberapa buah segar. Suster yang berada dibiara tersebut sangat suka dengan bunga serta mereka senang jika ada orang yang mendatangi mereka walaupun hanya sebentar. Walaupun kami hanya dapat memberikan bunga serta buah segar itupun saya juga ikut bahagia karena melihat para suster bahagia,walaupun sakit yang merekaderita, mereka tetap dapat menunjukkan senyum ceria mereka kepada setiap orang, bukan hanya kepada yang mereka kenal namun juga kepada orang yang baru saja mereka kenal seperti saya dan teman-teman saya.

           Diantara adanya perang antar agama yang disebabkan karena kebencian dan keegoisan, saya dan teman-teman saya masih bisa mewujudkan jalinan kasih antar perbedaan agama. Seperti yang telah saya katakan, bahwa teman saya yang berbeda agama dari saya tetap mau dan tidak keberatan untuk sekedar mengunjungi biara susteran tersebut yang berlatar belakang agama Katolik. Jadi saya ingin menyarankan kepada kita semua, untuk tetap menjalin adanya kasih diantara banyaknya rasa benci yang lakukan oleh pihak-pihak orang yang egois dengan agamanya masing-masing.



So,just have a feeling about love in a difference between a war of hatred!


5 komentar:

  1. Top bgt tulisannya..bnr2 mbuat pkiran sy trbuka.
    Kebencian antar sesama yg memiliki prbedaan dgn qt akan hilang jika qt mau membuka pkiran kita lebar2. Menghargai perbedaan yg ada shingga smua umat bs hidup rukun slamanya.
    Amin

    BalasHapus
  2. Luar biasa!! Kita memang seharusnya bisa hidup berdampingan dengan orang lain di tengah perbedaan yg ada.

    BalasHapus
  3. Sebagai sesama manusia memang seharusnya kita tdk boleh saling membenci walaupun berbeda agama tetapi sebaliknya kita harus saling mengasihi.

    BalasHapus
  4. Setuju bgt sama kamu Rin. Emng kuta sebagai manusia jg harus sadar diri dan menghargai satu sama lain. :)

    BalasHapus