Sabtu, 14 November 2015

LOVE IN CONTRADICTION

         Dalam sebuah perbedaan pasti juga ada kasih yang terjalin,namun mungkin ada juga terjadinya perselisihan diantara perbedaan tersebut. Untuk mewujudkan sebuah kasih, kita dapat melakukannya dengan mudah,untuk mewujudkan sebuah kasih tidak dibutuhkan suatu usaha yang besar, namun hanya dengan melayani sesama,menjalin hubungan satu dengan lainnya diantara adanya perbedaan,dsb.



         Apakah kasih menurut Anda?

     Menurut saya sendiri,kasih adalah suatu hubungan yang terjalin bukan hanya hubungan cinta namun juga hubungan sebagai teman hingga keluarga,hanya dengan tersenyum atau menyapa satu dengan lainnya menurut saya itu juga merupakan kasih,karena itulah, untuk mewujudkan sebuah kasih tidak perlu bersusah payah untuk mewujudkannya. Kasih menurut saya bukan hanya diwujudkan kepada kita yang memiliki suatu persamaan,maksudnya ialah  misalnya kita hanya mewujudkan sebuah kasih kepada orang atau teman yang memiliki persamaan agama,derajat,status ekonomi hingga sosial.  Namun, kasih juga arus kita wujudkan kepada orang atau teman yang memiliki perbedaan, dari perbedaan agama,derajat yang rendah hingga tinggipun,status ekonomi dan sosial yang berbeda,dll. Seperti judul blog saya kali ini love in contradiction, saya ingin meng-share kan bahwa kita harus menjalin kasih dengan berbagai perbedaan.

     Love in contradiction yang telah saya terapkan yaitu ketika saya dan teman-teman saya melaksanakan perbuatan kebaikan yaitu melakukan pelayanan ke Panti Berkebutuhan Khusus. Panti berkebutuhan khusus tersebut berlatar belakang agama Kristen,sedangkan saya dan teman-teman saya terdiri dari beberapa perbedaan agama yaitu Katolik dan Islam. Namun saya dan teman-teman saya, melakukan pelayanan kasih ini dengan tidak melihat latar belakang dari panti berkebutuhan khusus ini. Saya dan teman-teman saya datang ketika jam makan malam tiba,ketika itulah saya dan teman-teman saya meminta kepada pengurus panti untuk memberikan kami suatu “pekerjaan” yang saya dan teman-teman saya maksud untuk melayani para penghuni panti,apa saja yang pengurus panti minta, saya dan teman-teman saya senantiasa melakukannya. Saya dan teman-teman saya walupun diantara kami satu sama lain memiliki perbedaan yaitu dari sudut agama, tapi kami memiliki tujuan yang sama yaitu ingin melayani sesama kami manusia yang memiliki kekurangan.

     Hal pertama yang saya dan teman-teman saya lakukan yaitu kita diminta untuk menyuapi penghuni panti yang tidak bisa makan dengan sendirinya. Ketika itu saya diminta untuk menyuapi penghuni panti yang bernama Ming-ming. Sebelumnya dipanti tersebut jika ingin melayani mereka harus dengan sesama jenis,jadi karena saya perempuan maka saya harus melayani yang perempuan saja. Saya menyuapi seseorang perempuan berumur 30an tahun yang mengidap penyakit autis yang bernama Ming-ming. Sebelumnya Ming-ming tidak mau menerima suapan nasi dari saya,karena ia belum mengenal saya,namun akhirnya ia mau menerima suapan nasi dari saya,karena saya lumayan memaksa ia namun dengan paksaan halus,saya memaksa ia untuk menerima suapan nasi dari saya dengan memberikan senyuman dan mengatakan ‘ayo,makan’ walaupun sebenarnya ia tidak terlalu mengatahui apa yang saya katakan. 

Saya tetap memberikan senyum kepada ia agar dia mau menerima suapan nasi dari saya,karena menurut saya hanya dengan senyumanlah yang dapat membuatnya untuk ‘luluh’ ketika melihat saya,akhirnya dengan banyak senyum yang saya berikan itulah, ia mau menerima suapan dari saya. Dengan apa yang saya lakukan kepada Ming-ming, saya berpikir bahwa dengan senyumlah orang dapat melihat bahwa kita memiliki kasih yang kita berikan kepada orang lain. Dengan senyum yang sederhana saja yang saya dan kita berikan kepada semua orang dapat mewujudkan kasih yang sederhana kepada orang lain. Saya yang paling lama menyuapi Ming-ming,karena Ming-ming memang tidak dapat makan dengan cepat, dengan itu saya tidak dapat melakukan pelayanan yang lainnya, seperti mencuci piring,menyapu dan mengepel. Namun hanya dengan melayani Ming-ming saja saya sudah merasa bahagia,saya tidak tahu mengapa,mungkin karena saya merasa puas , saya bisa melayani Ming-ming dengan perasaan yang menerima ia apa adanya dengan bahagia. Dengan perasaan yang terbuka inilah yang dapat mewujudkan kita dalam perasaan kasih. Dalam tiap-tiap agama pasti telah diajarkan bagaimana cara mewujudkan sebuah kasih, di dalam agama saya yaitu Katolik saya ingin memberikan kutipan tentang kasih.          

1 Korintus 13 : 1-3

   “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku”

     Jadi,kita sebagai umat manusia harus memiliki sebuah kasih yang dapat kita wujudkan kepada semua orang tanpa melihat adanya perbedaan dari sudut pandang agama,derajat dan status. Karena kehidupan itu akan terasa hampa jika kita tidak dapat mewujudkan sebuah kasih. 
From me, WITH SMILE YOU CAN EXPRESS YOUR LOVE! 


Minggu, 01 November 2015

100% Kemanusiaan 100% Iman


“Jika kita benar-benar Katolik sejati sekaligus kita juga patriot sejati. Karenanya kita adalah 100% patriot, karena kita adalah 100% katolik.”
“Kemanusiaan itu satu, bangsa manusia itu satu. Kendati berbeda bangsa, asal-usul dan ragamnya, berlainan bahasa dan adat istiadatnya, kemajuan dan cara hidupnya, semua merupakan satu keluarga besar (umat manusia); demikian juga kendati tampak dalam kodrat laki-laki dan perempuan. Malahan, menurut kehidupan di dunia ini, seluruh umat manusia dan bangsa-bangsa saling membutuhkan satu sama lain; kalau tidak saling bekerja sama dan saling menolong pasti tak akan lepas dari bahaya, tidak akan terjelam kesejahteraan, tak akan ada kemajuan, tak akan ada tata susila, tak ada ketentraman dan keselamatan. (Surat Kegembalaan September 1940)”

Namun menurut saya,dalam jika kita memiliki namanya Iman namun tidak memiliki sikap kemanusiaan, itu sama saja kita memiliki iman yang mati. Sehingga dalam melakukan segala hal kemanusiaan harus juga diimbangi dengan iman. Banyak orang yang tidak memiliki iman, namun memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Dalam melakukan hal yang berbau kemanusiaan tidak memandang bulu. Jika kita melakukan hal kemanusiaan, tidak boleh melihat baik atau buruk nya seseorang namun semua orang juga dibantu dengan adanya rasa kemanusiaan serta yang diimbangi dengan adanya iman. 

HUBUNGAN dan PENTINGNYA AGAMA dalam KEHIDUPAN MANUSIA

HUBUNGAN AGAMA dalam KEHIDUPAN MANUSIA


Image result for agama dan manusia

Seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. Bagi kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Tetapi dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti yang akan diuraikan di bawah ini :
      1.      Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia
Agama dikatakan memberi pandangan dunia kepada manusia karena ia sentiasanya memberipenerangan kepada dunia (secara keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia.Penerangan dalam masalah ini sebenarnya sulit dicapai melalui indra manusia, melainkan sedikitpenerangan daripada falsafah. 
     2.      Menjawab pelbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia
Sebagian pertanyaan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan pertanyaan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya pertanyaan kehidupan setelah mati, tujuan hidup,soal nasib dan sebagainya. Bagi kebanyakan manusia, pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik dan perlu untuk menjawabnya. Maka, agama itulah fungsinya untuk menjawab persoalan-persoalan ini.

     3.      Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia
Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah karena sistemagama menimbulkan keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama, melainkan tingkah laku,pandangan dunia dan nilai yang sama.
       4.      Memainkan fungsi peranan sosial
Kebanyakan agama di dunia ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendirisebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka inidikatakan agama memainkan fungsi peranan sosial.


    Pentingnya Agama Dalam Kehidupan Manusia

Berikut ini adalah sebagian dari bukti-bukti mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia.
1  .      Karena agama sumber moral  
2  .      Karena agama merupakan petunjuk kebenaran.
3  .      Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika.

4  .      Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia, baik di kala suka maupun dikala duka