Sabtu, 24 Oktober 2015


KERUKUNAN dan TOLERANSI ANTAR UMAT 
BERAGAMA
MENURUT GEREJA KATOLIK



Sejak Konsili Vatikan II, Gereja Katolik sangat menekankan dan turut memperjuangkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, karena dan demi keharmonisan, persaudaraan, damai sejahtera, persatuan, dan “keselamatan” segenap umat manusia. Kerukunan dan toleransi antar umat beragama dilihat sebagai suatu kebutuhan hakiki dan universal. Dikatakan oleh Konsili Vatikan II :
“ Tetapi kita tidak dapat menyerukan nama Allah Bapa semua orang, bila terhadap orang-orang tertentu, yang diciptakan menurut citra-kesamaan Allah, kita tidak mau bersikap sebagai saudara. Hubungan manusia dengan Allah Bapa dan hubungannya dengan sesama manusia saudaranya begitu erat, sehingga Allah berkata : “Barang siapa tidak mencintai, ia tidak mengenal Allah” (1 Yoh 4:8).
Jadi tiadalah dasar bagi setiap teori atau praktek, yang mengadakan pembedaan mengenai martabat manusia serta hak-hak yang bersumber padanya antara manusia dengan manusia, antara bangsa dengan bangsa.
Maka Gereja mengecam setiap diskriminasi antara orang-orang atau penganiayaan berdasarkan keturunan atau warna kulit, kondisi hidup atau agama, sebagai berlawanan dengan semangat Kristus. Oleh karena itu Konsili suci, mengikuti jejak para Rasul kudus Petrus dan Paulus, meminta dengan sangat kepada Umat beriman kristiani, supaya bila ini mungkin “memelihara cara hidup yang baik di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi” (1Ptr 2:12), dan sejauh bergantung dari mereka hidup dalam damai dengan semua orang, sehingga mereka sungguh-sungguh menjadi putera Bapa di sorga.“ (Hardawiryana, S.J.; Dok. Konsili Vatikan II, Obor, Jakarta 1993, hal. 314-315).
Dalam kutipan ini kiranya dapat dilihat pandangan Gereja Katolik tentang pentingnya, dasar, dan cara membangun kerukunan dan toleransi antar umat beragama.
Menurut ajaran Katolik, manusia itu adalah ciptaan Tuhan Yang Paling Mulia. Dalam suatu Kitab Suci dikatakan bahwa pada awal mula manusia diciptakan menurut rupa
dan citra Allah sendiri. Hanya manusia saja yang dikatakan diciptakan menurut rupa dan citra Allah. Ciptaan-ciptaan lain tidak dinyatakan demikian.

Jadi manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling indah, melampaui harga dan keindahan ciptaan apapun yang pernah ada dan akan ada di dunia ini, selain manusia itu sendiri. Karena Allah itu maha tahu, maha pencipta, maka yang namanya manusia, ia adalah hasil cetak biru yang luar biasa canggihnya yang pernah dilakukan oleh Allah. Tiap orang diciptakan oleh Tuhan sebagai nomor seri yang kesekian yang pertama dan terakhir. Karena itu tidak akan pernah ada dua orang yang pernah dilahirkan dimuka bumi yang sama persis. Tiap pribadi adalah unik, dan itulah karya Agung Tuhan yang maha canggih.

Allah itu juga adalah maha pengasih dan penyayang, kasih dan sayangnya tak terukur atau takberhingga, singkatnya Ia sama dengan Kasih, dan karenanya Allah mencintai manusia dengan kasih sayang yang penuh, atau dengan kata lain, Allah tidak pernah mencitai manusia dengan separuh hati, atau sepersekian hati melainkan dengan penuh hati. Cinta Tuhan kepada manusia adalah 100% dan abadi. Di mata Tuhan, manusia adalah ciptaan-Nya yang paling berharga. Sejak dikandung ibunya, ketika manusia masih belum mengerti tentang cinta, ketika manusia belum tahu mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, Allah sudah terlebih dahulu mencintai manusia. Begitu besar cinta Allah kepada manusia sehingga Ia mencitakan bumi dengan segala segala isinya dan diserahkan pengelolaannya kepada manusia untuk kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia ciptaannya itu.
Karena manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia dan berharga, maka tidak ada kekuasaan apapun, dan dengan alasan apapun untuk dibenarkan melecehkan/menghina apalagi membunuh ciptaan Tuhan yang namanya manusia itu. Sehingga apa yang telah katakan bahwa tiap manusia diciptakan oleh Tuhan dengan tidak adanya perbedaan yang hanya dilihat perbedaan itu oleh mata,namun tidak sepantasnya tiap manusia saling bertengkar atau menghina satu dengan lainnya. Manusia yang diciptakan oleh Tuhan yang sama,harus tetap menjaga adanya kerukunan atau hubungan antar sesama,tidak melihat adanya perbedaan dari segi fisik hingga agama nya yang berbeda. Karena menurut Saya, agama itu hanya sebagai suatu ajaran yang menuntun kita untuk berbuat suatu tindakan yang sejalan dengan Tuhan. Dengan mempertahankan adanya kerukunan,toleransi hingga hubungan yang lekat antar manusia khususnya antar sesama umat beragama itu akan membentuk suatu kebahagiaan hingga kesejahteraan yang terbentuk dari adanya hubungan kerukunan tersebut. Walaupun tiap agama memiliki ajaran yang berbeda,namun tiap agama memiliki tujuan yang sama yaitu doa yang ditujukan untuk Tuhan.


  

27 komentar:

  1. Benar sekali. Semoga bisa di terapkan! 😇

    BalasHapus
  2. Bersyukur atas berkat yang diberikan dan selalu berusaha utk yang terbaik adalah kunci hidup bahagia~~~

    BalasHapus
  3. Saling menghargai dalam perbedaan memang menjadi kunci terwujudnya kerukunan..🙏

    BalasHapus
  4. Wahhh.. bagus.. Hehehe.. SE7

    BalasHapus
  5. Wahh bagus banget. Setujuuuu sama teori ini.....

    BalasHapus
  6. Sesuai dengan apa yg saudari ririn tulis disini sangat baik dan sangat membantu kita anak anak pilihan Tuhan lebih bersemangat untuk secara konkret menjadi kepanjangan tangan dan kaki Tuhan untuk hidup damai bersama saudara saudari kita tanpa memandang latar belakang mereka. Terus menebar kasih Tuhan dengan cara yang paling baik dari diri kita dg cara berkorban demi kebaikan orang lain. sampai Tuhan berkata " stop waktu pulang " . Menginspirasi sekali ririn... kuliah mana nih? Hehehe

    BalasHapus
  7. Sesuai dengan apa yg saudari ririn tulis disini sangat baik dan sangat membantu kita anak anak pilihan Tuhan lebih bersemangat untuk secara konkret menjadi kepanjangan tangan dan kaki Tuhan untuk hidup damai bersama saudara saudari kita tanpa memandang latar belakang mereka. Terus menebar kasih Tuhan dengan cara yang paling baik dari diri kita dg cara berkorban demi kebaikan orang lain. sampai Tuhan berkata " stop waktu pulang " . Menginspirasi sekali ririn... kuliah smtr brp nih? Hehehe

    BalasHapus
  8. nice article semoga dapat menginspirasi :)

    BalasHapus
  9. nice article, semoga dapat menginspirasi :)

    BalasHapus
  10. Artikel yg menarik. Setuju sekali. Goodjob

    BalasHapus
  11. Setuju ririn tetaplah menebarkan kasih perdamaian disekeliling kita ya

    BalasHapus
  12. Indahnya saling mentolerir, apalagi sudah ada penjelasan yang jelas bahwa kita harus saling mengasihi bukan? Terus menulis ririn, GBU

    BalasHapus
  13. Goodjob ririn, trs berkarya ya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat

    BalasHapus
  14. benar sekali saya sangat setuju...teruskan karyamu

    BalasHapus
  15. bener itu sesama manusia harus saling menghargai karena kita semua ciptaan Tuhan yang paling sempurna, like this :)

    BalasHapus
  16. Walaupun adanya perbedaan tapi kita harus saling menghargai dan menyayangi satu sama lain

    BalasHapus
  17. nice writing, keep going

    BalasHapus
  18. Artikelnya mengena banget..harapannya agar jangan ada lagi yg pandang bulu dan mendiskriminasi sesama😊amin

    BalasHapus
  19. Bagus banget Rin artikelnya semoga semua umat beragama bs semakin toleransi :)

    BalasHapus
  20. Artikel yang bagus, kita memang harus saling menghargai dan mengasihi :)

    BalasHapus
  21. bagus artikelnya rin! semoga bisa artikelnya dpt memberi dampak bagi kita dan bagi generasi di bawah kita ya :) amin

    BalasHapus
  22. nice post :) semoga bisa menjadi berkat bagi kita semua

    BalasHapus